Browse Category

Religi

Tips Doa Bersabar Dalam Kesempitan Manjur

Tips Doa Bersabar Dalam Kesempitan Manjur . Sebuah kisah tentang seorang buta, tuli, dan bodoh yang bermaksud bertemu Gustinya.

“Duh, Gusti. Ijinkan aku menuju-Mu.” Baik sekali. Baik sekali. Karena “…sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka…” (QS Yunus [10]:7). Kemari, ayo kemari. Tapi waspadalah karena jalanan berbukit, amat terjal dan berbatu. Jangan khawatir, Aku akan menuntunmu, jika engkau mau…

“Duh, Gusti. Tuntun hamba. ‘Tunjuki hamba Jalan Yang Lurus itu…’ (QS Al-Fatihah [1]:6)”

Duhai, hamba-Ku. Lihatlah dirimu. Apakah itu yang engkau usung bersama dirimu?

“Milikku. Tak mungkin aku meninggalkan jerih payahku selama ini. Ini pula bekalku selama perjalanan nanti. Bukankah perjalanan akan menjadi sukar dan berbahaya? Bawa bekal, bawa semuanya.”

Watung bodoh. Bagaimana mungkin engkau bisa mudah sampai kepada-Ku dengan segala beban-bebanmu? Engkau tak membutuhkan semua itu di perjalanan ini. Mari sini. Sini, biar Aku leluasakan dirimu barang sedikit dan “…membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS Al-A‘raf [7]:157)

“Mobilku! Kemana mobilku?!”

“Laptopku!”

“iPod-ku! Kursiku! Duhai Paduka Yang Maha Agung. Kenapa Paduka sengsarakan hidup hamba-Mu ini? Apa salah hamba? Duh Gusti, bukankah aku telah berusaha mendekati-Mu, bershalat lima waktu dan bersedekah untuk-Mu?”

Wahai, hamba yang bodoh, “… boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu…” QS Al-Baqarah [2]: 216. Maka bersabarlah barang sebentar. Karena “… sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 155)

Ini semua “…untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu.” (QS Ali Imran [3]: 154)

hewan qurban

Hewan Qurban dan Pengertian Qurban

Hewan qurban memiliki syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Dengan mengikuti ketentuan hewan qurban yg benar, maka InsyaAlloh hewan yang disembelih menjadi bernilai ibadah kurban. Contoh dari ketentuan tersebut adalah umur dan waktu penyembelihan hewan qurban. Di artikel ini kami tidak akan mengulas detail proses penyembelihan hewan qurban dari awal sampai akhir. Baca ulasan kami tentang masker alami.

Pengertian Qurban

Kata Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan. Contohnya adalah unta, sapi (kerbau), dan kambing. Waktu penyembelihan hewan kurban adalah pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq. Qurban adalah bentuk taqarrub atau upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Qurban Berbeda dengan Aqiqah

Aqiqah pada intinya adalah memotong.  Yang dipotong adalah rambut bayi dan hewan sembelihan berupa kambing maupun domba. Aqiqah dilaksanakan dalam rangka untuk melaksanakan sunnah dari Nabi Muhammad SAW. Ada hadist Nabi yang menyebutkan bahwa seorang anak atau bayi yang telah dilahirkan dalam status tergadaikan. Untuk menebusnya dengan melaksanakan aqiqah tersebut. Maka dari itu, bagi umat Islam tentu perlu untuk melaksanakan aqiqah sebagai wujud syukurnya kepada Allah SWT.

hewan qurban

Gambar ilustrasi hewan qurban

Dasar yang menjadi dalil pelaksanaan qurban

Perintah berkurban diabadikan oleh Allah SWT dalam Al Quran surat Al Kautsar dan Surah Al Hajj.  Berikut adalah kutipan ayatnya

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar: 1 — 3).

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.” (Al-Hajj: 36).

Hewan qurban terbaik dan berkualitas tentunya menjadi banyak incaran kaum muslimin yang ingin melaksanakan perintah kurban. Hal ini sebagai wujud syukurnya kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Berkurban juga merupakan bentuk ibadah secara social, yakni berbagi daging dengan kaum fakir miskin. Terlebih aqiqah merupakan bagian dari ibadah sunnah yang tentunya dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat muslim sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Tentunya informasi mengenai hewan qurban sangat dibutuhkan bagi mereka yang ingin melaksanakan aqiqahan. Hal ini untuk mendapatkan gambaran berapa budget yang harus dianggarkan untuk melaksanakan acara aqiqahan. Carilah hewan kurban jauh hari sebelum hari raya Idul Adha. Anda dakan dapat memilih hewan qurban yang terbaik dengan harga yang terjangkau. Anda bisa mencari info harganya melalui internet. Gunakan Google.